Bersinggungan

Orang-orang yang kita temui, sengaja atau tidak disengaja, menyapa atau menyumpah serapah, tersenyum atau cemberut, adalah sudah termaktub dalam scenario Sang Illahi Rabbi. Dan sungguh, dalam keterjadian itu, akan mendatangkan pahala atau dosa bagi diri kita.

Ia kan menjadi pahala, saat segala respon orang-orang yang kita temui itu, khususnya respon yang tidak terharapkan, tidak sedikitpun mengubah moodatau perasaan kita. Woles saja. Begitu kata zaman now.

Dan, ia bisa saja mendatangkan dosa, saat respon mereka yang tidak kita ingini, kita tanggapi dengan mengubah mood kita. Bahkan kita terpancing untuk berburuk sangka, dan menyebarkan perasaan kita kepada orang lain, yang kadang sama sekali tidak ada sangkut pautnya, lalu ghibah-lah kita karenanya. Sungguh dalam ghibah, tidak ada pilihan lain selain fitnah dan dosa.

Ah, memang Allah seperti itu menguji daya tahan mentalitas kita. Allah menguji hidup kita. Itulah keadilannya.

Maka, setiap saat adalah taat. Setiap waktu adalah tunduk. Menjaga diri dan berhati-hati dalam setiap bersinggungan dengan orang lain. Sebab, setiap hidup manusia yang saling bersinggungan, sadar atau tidak, ia ikut berpengaruh dalam setiap takdir hidup kita, pahala atau dosa. Sedikit banyak kita tidak peduli, bukan?

Imam Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *