Maafkanlah

Seringkah kita membaca kalimat yang menganalogikan hati yang terluka dengan kalimat semacam ini:

“Kaca yang dijatuhkan lalu pecah tidak akan kembali utuh meskipun kamu meminta maaf padanya berkali-kali.”

Dan kalimat di atas laku keras, dishare, dicopas, dijadikan senjata ketika terluka. Pertanyaan saya, kaca itu benda mati. Apa hatimu juga?

Padahal Allah saja memaafkan hambanya dengan begitu sempurna meskipun hambanya berkali-kali mengulang kesalahan yang sama. Padahal Allah tidak pernah sedikitpun mengurangi kadar cinta untuk mengasihi mahluk-Nya yang durhaka.

Hidup memang hanya soal pilihan. Mau mengacu pada siapa, mau berpusat pada apa, dan bagaimana menyikapinya.

Kita boleh terluka, kita bisa saja hancur, tapi bukan berarti kita bisa membiarkan hati menjadi rusak hanya karena pesakitan yang disebabkan manusia.

Maka maafkanlah, maafkanlah dengan hatimu, jangan sisakan sekecil apapun kebencian. Jangan biarkan ia mengeras hanya sebab luka.

Copas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *