Setahun Selewat Kemarin

Tak ada yang lebih bahagia, tatkala kau terlahir ke dunia. 10 bulan penantian, ditambah 10 jam di ruang bersalin, adalah waktu yang tidak sebentar untuk merayakan kebahagiaan itu. Alhamdulilllah, akhirnya terayakanlah kebahagiaan itu, tanggal hari ini, 11 April, satu tahun yang lalu.

Ya, setahun yang lalu ayahmu menyaksikan secara langsung proses persalinanmu, nak. Membuncah segala jenis rasa yang ada mendengar tangisan melengkingmu. Meski sempat panik saat begitu sulitnya kau menemukan sumber asi. Namun tak perlu waktu lama, akhirnya kau pun dengan gesit meminum asi penuh semangat.

Ah, kini sudah setahun selewat kemarin. Kau tumbuh setahap demi setahap dengan penuh segala keajaiban. Ya, kau memang ajaib, ajaib sebagai sebuah titipan yang Allah amanahkan kepada kami, ayah dan bundamu.

Dalam setahun selewat kemarin ini, aku (dan juga bundamu), merangkai doa menguatkan tekad. “Semoga kelak kau menjadi mujahid tangguh di jamanmu. Yang kuat aqidahnya, baik ibadahnya, sholeh akhlaknya, kuat fisiknya, cerdas jiwanya, dan menjadi imam bagi orang-orang bertakwa.”

Aamiin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *