“Di Ramadan ini, Maghrib memberi pelajaran, bahkan gelap pun membahagiakan, jika kita telah menempuh perjuangan.”

(Salim A. Fillah)

Kegelapan, sering kita analogikan dengan masalah dalam kehidupan. Dan tidak sedikit dari kita, sangat menghidari atau bahkan membeci kegelapan dalam hidup. Padahal adakalanya, kegelapan adalah waktu yang tepat untuk berhenti, mengevaluasi diri, dibersamai dengan keberserahan dan menengadahkan tangan kepada Sang Maha Kuasa.

Maka semestinya kita berbahagia, saat hidup menemui titik kegelapan. Karena itu waktu yang tepat untuk mendekat, saat yang tepat untuk menjadi lebih taat. Dengan semakin dekat dan taatnya kita kepada Allah SWT, maka keberkahan akan meliputi kegelapan. Artinya, masalah akan menjadi berkah.

Dan itu perlu perjuangan. Perjuangan untuk mengendalikan nafsu diri.

Ramadhan, adalah waktu yang tepat untuk belajar berjuang mengendalikan nafsu. Karena Ramadhan bulan tarbiyiah, dan Puasa adalah perisai.

Perjuangan inilah yang bernilai dihadapan-Nya. Bersebab didalamnya ada totalitas ikhtiar disertai optimalisasi kesyukuran dan kesabaran berbungkus keikhlasan. Sungguh semua ini tergambar jelas dalam ibadah puasa kita sehari-hari, di Ramadhan ini.

Sehingga, betapa bahagianya orang yang berpuasa, orang yang sedang mentarbiyah diri untuk mampu mengendalikan nafsu sebagai wujud perjuangan, saat waktu Maghrib tiba, saat kegelapan ‘kan meliputi malam.

7 Ramadhan

Matahari Sepenggalah Naik

Tags: ,

Leave a Reply