Selalu ada kejutan disetiap akhir pekan, di rumah. Sebab setelah hampir satu pekan bekerja keluar rumah, saya tertinggal banyak perkembangan kecerdasan anak-anak. Sedih memang. Saat pagi berangkat, walau anak-anak sudah bangun, sempit sekali waktu untuk berinteraksi. Pun, saat pulang, meski anak-anak masih terjaga, tak banyak waktu untuk bercengkrama. Maka, akhir pekan, Sabtu dan Ahad adalah laksana surga yang tak terkira berharganya.

Tak ayal kemudian, anak-anak seakan menumpahkan kerinduan kepada saya. Terlebih Zayyan, anak kedua, yang baru berusia satu setengah tahun, seolah tak mau lepas dari ayahnya. Bahkan, saya di toilet pun, ia ikut ke dalam (heheheheh).

Dan, sebagaimana telah disebutkan di awal, ada beberapa episode perkembangan kecerdasan dari mereka yang terlewat, khususnya Zayyan, yang sedang memasuki perkembangan tahap pertama.

====

“Ini siapa ya yang berantakin mainan puzzle?” istri saya tiba-tiba berkata, malam menjelang waktu tidur, Ahad malam. “Kok habis main tidak dirapihkan lagi ya…” lanjutnya.

Sesaat kemudian, “Masya Allah, anak sholeh bunda….. Barokallah Nak…..” istri saya teriak, takjub. Saya, yang kebetulan lagi di ruang depan membaca buku, bertanya, “Ada apa Bund?” sambil menggerakkan badan, hendak menoleh ke ruang tengah. “Ini lho anak kita, si lanang (Zayyan, red.), coba lihat deh Yah…”

Terlihat, sebuah pemandangan yang menyejukkan mata, Zayyan sedang membereskan potongan-potongan puzzle, dan memasukkan kepada tempatnya semula. Padahal, Zayyan waktu itu, sudah ada di dalam kamar, sudah bersiap untuk tidur, tinggal menunggu Bundanya. Tapi, ketika mendengar Bundanya berkata, “Siapa ya yang berantakin?” ternyata Zayyan mendengarnya, dan memang dia yang habis bermain puzzle. Sehinnga mungkin merasa terpanggil, lalu dengan sendirinya, ia membereskan puzzle nya.

Sementara seingat saya, hari-hari sebelumnya, saya atau bundanya lah yang akhirnya membereskan semua mainan Zayyan, atau sesekali Kakaknya Zyra, setelah Zayyan bermain, dan berantakin semuanya. Namun malam itu tidak. Dan tidak berhenti disitu, mainan lain yang tercecer di luar tempat mainan, ia ambil, dan dimasukkan ke tempat semestinya. Zayyan, yang baru berusia 1,5 tahun, yang bicara pun belum jelas, telah mampu menerima pesan, dan faham akan maksud dari pesan itu, diakhiri dengan aksi yang nyata.

“Ayah baru tau ya….” istri saya membuyarkan ketakjuban saya. “Zayyan itu sudah pinter Yah. Suka bantuin bunda buangin sampah, beresin rumah, Ayah saja yang tidak tau… heheh…”

“Ya iyalah, kan ayah sehari-hari di tempat kerja…. Hehehehe….”

====

Ternyata, itu hanya satu dari “kejutan-kejutan” Zayyan dalam proses perkembangannya. Istri saya kemudian bercerita banyak hal. Yang jujur, itu adalah sesuatu yang tidak saya ketahui selama ini, terkait proses perkembanganya.

Ditambah lagi, Kakaknya, Zyra, juga semakin hari semakin “dewasa”, terutama dalam “momong” adiknya.

Subhanallah, walhamdulillah…

Semoga mereka benar-benar menjadi qurrota a’yun. Aamiin…

Imam Nugroho

Tags: , ,

Leave a Reply